Pilpres dan Pileg Harus Dipisahkan

Pilpres dan Pileg Harus Dipisahkan di Pemilu 2024 Mendatang

Pilpres dan Pileg Harus Dipisahkan di Pemilu 2024 Mendatang

Kabar47.com – Pilpres dan Pileg Harus Dipisahkan – Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, sistem pemilihan umum serentak antara pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres) dengan pemilihan anggota legislatif (pileg) harus dipisahkan kembali di Pemilu 2024.

Menurut JK, dampak dari pemilu serentak ini adalah kurangnya atensi dari masyarakat terhadap pileg.
Padahal pemilihan legislator tidak kalah pentingnya dengan pilpres mengingat pileg menentukan kualitas pembuat kebijakan pemerintah selama lima tahun ke depan.

Saya tadi sore bicara dengan ketua-ketua partai, semuanya mempunyai pandangan sama bahwa proses pemilu kali ini rumit dan sulit.
Oleh karena itu harus dievaluasi dan solusi yang sependapat ialah kembali memisahkan pileg dan pilpres,” Ujar Wapres JK di Jakarta, Rabu (17/4/2019).

Pilpres dan Pileg Harus Dipisahkan

jelaspoker

Dari pengamatannya, selama masa kampanye tujuh bulan dan di hari pemungutan suara, Rabu.
JK menilai perhatian masyarakat terkuras pada pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.
Padahal, pelaksanaan kampanye antara pilpres dan pileg berlangsung bersamaan.

Masalahnya sendiri ialah pileg itu tenggelam karena ramainya pilpres, justru pileg itu kurang mendapat perhatian termasuk dari media sendiri.
Oleh karena itu harus dievaluasi dan semua sepakat harus dievaluasi ulang,” katanya.

Sebelumnya, JK kerap kali berpendapat bahwa pelaksanaan Pemilu 2019 di Indonesia merupakan pemilu paling rumit di dunia.
Di mana dalam satu kesempatan masyarakat harus memilih lima entitas.
Yakni presiden dan wakil presiden, anggota DPR RI, anggota DPD RI, anggota DPRD provinsi dan anggota DPRD kabupaten- dan kota.
Dampaknya juga, proses penghitungan dan rekapitulasi perolehan suara akan memakan waktu yang tidak singkat.

Penghitungan di 809.563 TPS berlangsung selama dua hari sejak hari pemungutan suara hingga Kamis (18/4).
Selanjutnya, rekapitulasi dilakukan bertahap mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten dan kota, provinsi dan berakhir di KPU RI pada 25 April – 22 Mei.

Sebelumnya, Syarief Hasan menilai pileg dan pilpres di 2024 sebaiknya dipisah.
Sebab, pelaksanaan pemilu serentak saat ini berpotensi menimbulkan banyak masalah. Mulai dari kurangnya sosialisasi caleg hingga biaya politik yang membengkak.

2024 Pilpres dan pileg itu sebaiknya dipisahkan saja. Pilpres, (untuk) Presidential Threshold dipakai dari hasil pileg.
Seperti yang sudah dilakukan sebelum ini,” kata Syarief di Es Teller 77, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

AGEN POKER | SAKONG ONLINE | POKER ONLINE | AGEN CAPSA

“Daftarkan segera diri anda bersama kami di jelasbola, proses daftar-deposit-withdraw yang mudah dan cepat 24 jam, hanya dengan deposit 50 ribu saja anda sudah bisa bergabung bersama JELASBOLA Agen Judi Bola Liga Elite Eropa”JELASBOLA Agen Judi Resmi Liga Elite EropaSilahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
Kami Siap Membantu Anda 24 jam non-stop.

Facebook Comments