Polda Jabar Bahas Kabar Hoaks Petugas KPPS Tewas Kerena racun

Polda Jabar Bahas Kabar Hoaks Petugas KPPS Tewas Kerena racun

Polda Jabar Bahas Kabar Hoaks Petugas KPPS Tewas Kerena racun

Polda Jabar Bahas Kabar Hoaks Petugas KPPS Tewas Kerena racun Kabar47 – Kepolisian Daerah Jawa Barat berjanji akan mengusut kabar bohong atau hoaks Tentang petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara alias KPPS di Bandung, meninggal dunia karena diracun. Kabar bohong itu beredar di media sosial belakangan ini yang menyebut jika petugas KPPS Pemilu 2019 bernama Sita Fitriati tewas diracun, namun keluarga menyatakan kabar itu hoaks.

Truno memastikan pihaknya pasti akan menangani tiap laporan atau pengaduan masyarakat untuk segera ditindaklanjuti. Di samping itu, pihaknya juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang beredar. Masyarakat diminta untuk mengkroscek terlebih dahulu setiap mendapat informasi.

Sebelumnya, kabar petugas KPPS meninggal dunia karena diracuni menyebar di masyarakat melalui media sosial.
Isu itu berawal dari unggahan pemilik akun Facebook bernama Doddy Fajar dan akun Twitter PEJUANG PADI @5thsekali. Dalam unggahannya, disebutkan anggota KPPS bernama Sita Fitriati meninggal akibat diracun.

Dalam keterangannya, almarhum merupakan mahasiswi tingkat akhir berusia 21 tahun dan dalam tubuhnya ditemukan zat kimia yang mengandung racun yang berbahaya. Pihak keluarga sendiri mengatakan Kabar itu hoaks. Bahkan pihak keluarga telah melaporkan hoaks itu ke polisi.

Polda Jabar Bahas Kabar Hoaks Petugas KPPS Tewas Kerena racun


Agen Poker Terpercaya

Sebelumnya Komisi Pemilihan Umum menyatakan kabar petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara meninggal dunia karena diracuni adalah hoaks. Komisioner KPU Evi Novida Ginting menyampaikan pihaknya hanya menanggapi hoaks tersebut dengan doa.

Evi meminta masyarakat tidak mudah memercayai dan menyebarkan kabar bohong semacam itu. Sebab hanya akan menambah duka bagi keluarga petugas KPPS yang meninggal dunia. Dia juga meminta jajaran KPU di daerah untuk mengabaikannya. Evi meminta jajarannya untuk fokus menuntaskan rekapitulasi suara.

Sebelumnya, kabar petugas KPPS meninggal dunia karena diracuni menyebar di masyarakat. Salah satu tokoh yang menggaungkannya adalah Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah.

Fahri mengaku mendapat laporan temuan dugaan keracunan yang dialami petugas KPPS di beberapa tempat.
Hingga Selasa (7/5) tercatat total 554 petugas KPPS, panwas, dan polisi meninggal terkait pelaksanaan pemungutan suara hingga penghitungan Pemilu 2019 yang melelahkan.

Rinciannya: Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal sebanyak 440 orang dan ada petugas yang sakit 3.788 orang. Kemudian 92 panwaslu meninggal, 398 rawat inap, 1.592 rawat jalan.
Lalu, dari pihak polisi tercatat ada 22 anggota yang tewas karena dinilai keletihan mengawal proses panjang pemilu.

BANDAR POKER | JUDI POKER |AGEN POKER ONLINE | SAKONG ONLINE

“Daftar Segera Di JELASBOLA”

Agen Judi Bola Paling JELAS 2019

Silahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
CS Siap Membantu Anda 24 jam non-stop.

Facebook Comments