Presiden Filipina Ingin Ubah Nama Filipina Jadi Maharlika

Presiden Filipina Ingin Ubah Nama Filipina Jadi Maharlika

Presiden Filipina Ingin Ubah Nama Filipina Jadi Maharlika

Presiden Filipina Ingin Ubah Nama Filipina Jadi Maharlika kabar47 – Presiden Filipina yaitu Rodrigo Duterte telah mengajukan ide untuk mengubah nama negara yang ia pimpin yaitu Filipina menjadi Maharlika. Duterte mengusulkan perubahan nama itu untuk menyingkirkan jejak kolonialisme dari negara tersebut. Kata Maharlika sendiri berarti kelas bangsawan.

Senator Eddie Ilarde adalah yang pertama kali mengusulkan perubahan nama tersebut pada tahun 1978. Alasannya yaitu , negara perlu menghormati warisan kuno negara tersebut sebelum dijajah oleh Barat.

Nama Filipina itu pertama kali diberikan oleh penjelajah Spanyol guna menyebut Kepulauan Las Islas Filipinas atau Kepulauan Filipina. Nama tersebut digunakan untuk menghormati Raja Philip II dari Spanyol. Spanyol pernah memerintah Filipina selama tiga abad, disusul oleh AS selama 48 tahun.

Ide itu lantas dipopulerkan oleh Ferdinand Marcos, mantan presiden Filipina yang dikenal sebagai seorang ditaktor. Ferdinand Marcos sengaja menerapkan kondisi darurat militer guna melanggengkan kekuasaan mlikinya hingga 20 tahun.

Presiden Filipina Ingin Ubah Nama Filipina Jadi Maharlika

Agen Poker Terpercaya

Di era rezim Marcos, dia mempopulerkan kata Maharlika dan menjadikannya sebagai nama stasiun televisi negara, jalan tol utara-selatan, dan aula kepresidenan.

Marcos mempromosikan istilah yang menurut dirinya merujuk pada kaum bangsawan. Akan tetapi, para sejarawan mengatakan Maharlika adalah kelas prajurit yang melayani kaum berkuasa selama masa pra-Hispanik. Nama tersebut juga merujuk pada unit pasukan khusus fiktif di masa Perang Dunia II.

Laporan New York Times pada 1986 menyebut jika Marcos kerap menggunakan kata Maharlika untuk menghormati pengalaman militernya. Namun, menurut para penyelidikan militer pencapaian militer mantan presiden tersebut palsu.

Senat Presiden Tito Sotto menyebut jika ide Duterte itu dilaksanakan, maka negara perlu menulis ulang konstitusi dan juga membutuhkan perubahan yang banyak. Sebelumnya, Duterte juga mendorong perubahan piagam negara dan beralih ke bentuk pemerintahan federal.

Menrut Wensley Reyes, profesor sejarah di Universitas Normal Filipina Philippine menyebut ide itu menunjukkan kekaguman Duterte kepada Marcos. Hal tersebut juga menunjukkan keengganannya terhadap intervensi Barat.

Duterte telah beberapa kali menyerang AS dan Eropa yang mengkritik catatan HAMnya dan perang terhadap narkotika yang disertai pembunuhan.

BANDAR ADUQ ONLINE | AGEN CAPSA ONLINE |ADUQ ONLINE | BANDARQ ONLINE

“Daftar Segera Di JELASBOLA”

Agen Judi Bola Paling JELAS 2019

Silahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
CS Siap Membantu Anda 24 jam non-stop.

Facebook Comments