Romahurmuziy Sudah Lama di Incar KPK

Romahurmuziy Sudah Lama di Incar KPK Karena Laporan Jual Beli Jabatan

Romahurmuziy Sudah Lama di Incar KPK Karena Laporan Jual Beli Jabatan

Romahurmuziy Sudah Lama di Incar KPK – Kabar47.com – Laode M Syarief selaku Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan, pihaknya banyak mengantongi laporan terkait keterlibatan Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan dan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy (Romi) dalam dugaan jual-beli jabatan di Kementeriaan Agama (Kemenag).

Romi diduga terima suap bukan hanya dari dua pejabat Kementeriaan Agama (Kemenag) Jawa Timur yakni, Muhammad Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin.
Anggota Komisi XI DPR RI itu disinyalir sudah terima suap dari pejabat Kemenag di sejumlah daerah.

Ya itu sedang didalami oleh KPK, dan laporannya sebenarnya banyak. Iya banyak yang lain. Jadi, yang kami terima bukan hanya satu laporan, banyak jumlahnya.
Bukan cuma di Jatim, tapi di tempat lain juga,” kata Syarief usai menghadiri diskusi di Gedung Penunjang KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (18/3/2019).

Romahurmuziy Sudah Lama di Incar KPK

jelaspoker

Sebelumnya, KPK telah menetapkan, Ketum Partai Persatuan dan Pembangunan (PPP), M Romahurmuziy sebagai tersangka.
Anggota Komisi XI DPR RI tersebut diduga terlibat kasus jual-beli jabatan di Kementeriaan Agama (Kemenag).
Romi ditetapkan tersangka bersama dua orang lainnya yakni, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur (Jatim), Haris Hasanuddin.

Dalam perkara ini, Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin diduga telah menyuap Romi untuk mengurus proses lolos seleksi jabatan di Kemenag.
Adapun, Muhammad Muafaq mendaftar untuk posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik.
Sedangkan Haris, mendaftar sebagai Kakanwil Kemenag Provinsi Jatim.

Untuk memuluskan proses seleksi jabatan tersebut, Haris mendatangi kediaman Romi dan menyerahkan uang sebesar Rp250 juta pada 6 Februari 2019.
Sesuai dengan komitmen sebelumnya. Saat itu, KPK menduga telah terjadi pemberian suap tahap pertama.

Sebagai pihak yang diduga penerima suap, Romi disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau b ayat (1) atau Pasal 11 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Terhadap Muafaq, KPK mengenakan Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

BANDAR POKER | JUDI POKER | POKER ONLINE | SAKONG ONLINE

“Daftarkan segera diri anda bersama kami di jelasbola, proses daftar-deposit-withdraw yang mudah dan cepat 24 jam, hanya dengan deposit 50 ribu saja anda sudah bisa bergabung bersama JELASBOLA Agen Judi Bola Liga Elite Eropa”JELASBOLA Agen Judi Resmi Liga Elite EropaSilahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
Kami Siap Membantu Anda 24 jam non-stop.

Facebook Comments