Staf Khusus Presiden Minta Prajurit TNI Ditarik dari Papua

Staf Khusus Presiden Minta Prajurit TNI Ditarik dari Papua

Staf Khusus Presiden Minta Prajurit TNI Ditarik dari Papua

Staf Khusus Presiden Minta Prajurit TNI Ditarik dari Papuakabar47  – Staf Khusus Presiden Kelompok Kerja Papua, Lenis Kagoya meminta agar 600 prajurit TNI tambahan ditarik kembali dari Kabupaten Nduga, Papua. Lenis mengaku telah menyampaikan usul tersebut kepada Presiden Joko Widodo. Lenis khawatir penambahan pasukan TNI yang diperuntukkan mengawal pembangunan Jalan Trans Papua menimbulkan ketegangan yang baru.

Dirinya meminta pasukan itu ditempatkan sementara di Ibu Kota. Lenis mengatakan jika penarikan pasukan TNI itu dilakukan demi menjaga kondusifitas menjelang pemilihan presiden 2019. Dia khawatir jika terjadi kembali baku tembak pesta demokrasi lima tahunan tidak dapat dilaksanakan di wilayah tersebut.

Lenis mengatakan usulan penarikan pasukan bukan dalam posisi membela Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Menurut dia, situasi yang tidak kondusif dapat saja dimanfaatkan pihak lain untuk melakukan kampanye agar warga Papua tidak memilih

Lenis menyarankan pembahasan mengenai penanganan kelompok bersenjata di Nduga, dilakukan setelah ilpres 2019. Pendekatan kekeluargaan yang saat ini harus dikedepankan dalam menghadapi kelompok itu. Ia menyebut para tokoh adat, pemuka agama, serta pemerintah daerah setempat bisa diberi tugas melakukan pendekatan secara kekeluargaan.

Staf Khusus Presiden Minta Prajurit TNI Ditarik dari Papua


Agen Poker Terpercaya

Lenis menyarankan jika aparat juga tak melakukan pengejaran sampai pilpres berakhir nanti. Lenis mengungkapkan perlu kesabaran dalam menghadapi kelompok bersenjata di Bumi Cendrawasih. Menurut ia, bila terus terjadi baku tembak dirinya khawatir negara lain akan ikut campur tangan dalam menangani keamanan di daerah Papua.

Sebelumnya, Pangdam XIV Hasanuddin Mayor Jenderal TNI Surawahadi melepas 600 prajurit guna membantu pengamanan pembangunan Trans Papua. Pasukan yang dikirim berasal dari Divisi Kostrad III Makassar dan Batalyon Zeni Tempur 8 Makassar. Proyek Trans Papua sempat mengalami kendala keamanan dari kelompok bersenjata pada tahun lalu.

Serangan bersenjata dari kelompok tersebut membuat pembangunan jembatan di ruas jalan Wamena sampai Mamugu terhambat. Pemerintah sempat menghentikan proyek pembangunan jembatan segmen 5 dari ruas Wamena, Haberna, Kenyam dan Mumugu pada Desember 2018 lalu.

Terbaru, sejumlah personel TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Penegakan Hukum diserang kelompok bersenjata pimpinan Egianus Kogoya di Distrik Mugi, Nduga, 7 Maret lalu. Insiden tersebut terjadi saat personel TNI melakukan pengamanan pergeseran pasukan yang akan menjaga pembangunan Trans Papua Wamena-Mumugu. Tiga personel TNI tewas, sementara di pihak KKB diperkirakan 10 orang tewas.

BANDAR POKER | JUDI POKER |AGEN POKER ONLINE | SAKONG ONLINE

“Daftar Segera Di JELASBOLA”

Agen Judi Bola Paling JELAS 2019

Silahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
CS Siap Membantu Anda 24 jam non-stop.

Facebook Comments