Warga Buddha Di Aceh Kecam Aksi Militer Myanmar Kepada Rohingya

Warga Buddha Di Aceh Kecam Aksi Militer Myanmar Kepada Rohingya

Warga Buddha Di Aceh Kecam Aksi Militer Myanmar Kepada Rohingya

Kabar47 –  Di zaman yang sudah maju seperti saat ini, ternyata masih ada yang namanya Genosida yang terjadi di sebuah negara dimana terjadi pada etnis Rohingya yang ada di Rakhine, wilayah perbatasan Myanmar dan Bangladesh. Para etnis Rohingya menjadi bulan-bulanan militer Myanmar dan kaum Buddha garis keras, bahkan ada yang sampai harus meregang nyawa saat berhadapan dengan mereka.

Tentu saja hal tersebut menjadi sorotan media, awalnya para awak media masih diperbolehkan untuk masuk ke daerah Rakhine untuk meliput para etnis Rohingya. Namun belakangan karena video dan foto para etnis Rohingya yang disiksa oleh militer dan kaum Buddha keras disana tersebar kini pihak pemerintahan Aung San Suu Kyi tak lagi mengizinkan wartawan dan awak media meliput lokasi tersebut.

jelaspoker

Beberapa waktu lalupun sempat viral di sosial media hastag atau tanda pagar #SaveRohingya atas kondisi memprihatinkan etnis Rohingya. Dan setelah hal itu viral, kini viral #ShameOnYouSuuKyi atas tindakannya yang membiarkan aksi genosida tersebut terjadi padahal dirinya merupakan penggiat dan pembela HAM yang ditunjuk mendapatkan Nobel Perdamaian.

Hal tersebut pun dikecam Pemerintah Indonesia dan warga Indonesia tak terkecuali warga Buddha yang berada di Lhoksumawe, Aceh. Mereka yang tergabung dalam Yayasan Buddha Tirta Lhoksumawe sangat mengecam aksi genosida yang menimpa warga Rohingya di Myanmar tersebut. Mereka menilai sudah sangat salah pembantaian yang dilakukan terhadap minoritas Islam disana dan jauh dari nilai yang diajarkan di dalam agama Buddha.

Menurut Eddy selaku Ketua Yayasan Vihara Buddha Tirta Lhoksumawe, apa yang telah dilakukan pihak militer Myanmar terhadap etnis Rohingya telah melanggar HAM dan tidak berperikemanusiaan apalagi dengan kasus tersebut dapat merusak hubungan yang terjalin antara Umat Islam dan Buddha di negara-negara lainnya apalagi Indonesia sebagai negara dengan mayoritas Muslim terbanyak di dunia.

Mereka mengatakan bahwa agama Buddha mengajarkan toleransi dalam hidup bermasyarakat apalagi mereka yang hidup berdampingan dengan masyarakat Aceh yang merupakan mayoritas Muslim dan saling menjaga dan menghargai antara satu dengan lainnya. Eddy juga menyatakan bahwa tindakan para Buddha kaum keras di Myanmar tak ada kaitannya sama sekali dengan Buddha di Lhoksumawe.

Eddy dan masyarakat Buddha disana juga selalu melakukan aksi sosial kepada masyarakat. Mereka berharap masalah etnis Rohingya di Myanmar dapat segera teratasi dan etnis Rohingya kembali dapat hidup layaknya manusia normal lainnya.

BANDAR DOMINO ONLINE | BANDAR POKER ONLINE | BANDAR ADUQ ONLINE

“Daftarkan segera diri anda bersama kami di jelasbola, proses daftar-deposit-withdraw yang mudah dan cepat 24 jam, hanya dengan deposit 50 ribu saja anda sudah bisa bergabung bersama JELASBOLA Agen Judi Online Terpercaya”

JELASBOLA POSTING BANNER

Silahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
Kami Siap Membantu Anda 24 jam non-stop.

Facebook Comments