Yasonna Sebut Napi Teroris Yang Dapat Remisi Sudah Tobat

Yasonna Sebut Napi Teroris Yang Dapat Remisi Sudah Tobat

Yasonna Sebut Napi Teroris Yang Dapat Remisi Sudah Tobat

Kabar47 –  Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H Laoly memastikan para narapidana kasus terorisme yang mendapatkan remisi yang sudah bertaubat dan para napi tersebut diharapkan tidak lagi menebarkan teror apabila sudah menyelesaikan masa hukumannya di lembaga pemasyarakatan kata Yasonna H Laoly.

Yasonna H Laoly menjelaskan kalau orang sudah berbuat menjadi yang lebih baik, manusia pasti ada pertaubatan kata Yasonna H Laoly di Kantor Kemenkumham atau Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Jakarta, pada hari Sabtu 19 Agustus 2017.

jelaspoker

Yasonna H Laoly mengatakan, dalam menentukan apakah seorang napi kasus korupsi sudah bertaubat atau tidak kata Kemenkumham bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme atau BNPT dan dalam Lembaga itulah yang memberikan penilaian terhadap napi kata Yasonna H Laoly menuturkan kata Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H Laoly memastikan para narapidana kasus terorisme yang mendapatkan remisi yang sudah bertaubat dan para napi tersebut diharapkan tidak lagi menebarkan teror apabila sudah menyelesaikan masa hukumannya di lembaga pemasyarakatan kata Yasonna H Laoly.

Yasonna H Laoly mengatakan kalau orang sudah berbuat baik, manusia pasti ada pertaubatan kata Yasonna H Laoly di Kantor Kemenkumham atau Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Jakarta, pada hari Sabtu 19 Agustus 2017.

Yasonna H Laoly mengatakan, dalam menentukan apakah seorang napi kasus korupsi sudah bertaubat atau tidak kata Kemenkumham bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme. Lembaga itulah yang memberikan penilaian terhadap napi kata Yasonna H Laoly menuturkan.

Karena permasyarakatan kita memang arahnya untuk membina dan untuk orang bertaubat kata Yasonna H Laoly memaparkan.

Yasonna H Laoly juga mengakui ada sejumlah napi kasus terorisme yang kembali melakukan aksi teror kata Yasonna H Laoly setelah keluar dari lapas. Misalnya, aksi teror yang terjadi di Thamrin, Jakarta, pada Januari 2016 lalu kata Yasonna H Laoly.

Pelaku teror Afif atau Sunakim, pernah meringkuk di penjara dengan vonis tujuh tahun penjara akibat ikut dalam latihan militer Jalin Jantho, Aceh, pada tahun 2010 kata Yasonna H Laoly.

Namun Yasonna H Laoly menjelaskan, lebih banyak napi kasus terorisme yang memilih bertaubat dan kembali ke jalan yang benar dari pada kembali menjadi terorisme kata Yasonna H Laoly.

Makanya ada beberapa teroris juga yang kami berikan remisi, tetapi kita bekerja sama dengan BNPT. Kami evaluasi, kami bekerja sama dengan tim untuk itu. Jadi lihat secara proporsional kata Yasonna H Laoly memaparkan.

Yasonna H Laoly juga sebelumnya mengatakan ada 35 orang narapidana yang di tahanan kasus terorisme yang mendapatkan remisi pada HUT ke-72 RI hari ini, Kamis 17 Agustus 2017.

Yasonna H Laoly, 30 orang mendapatkan remisi pengurangan masa kurungan penjara. Sedangkan lima orang sisanya mendapatkan remisi langsung bebas mulai hari ini juga kata Yasonna H Laoly.

Salah satu dari 30 orang yang mendapatkan remisi pengurangan hukuman adalah Abu Bakar Ba’asyir yang saat ini mendekam di Lapas Gunung Sindur, Bogor kata Yasonna H Laoly.

Remisinya tiga bulan Ini remisi tahun ketiga. Masa kurungan penjaranya sampai 2024 mendatang kata Yasonna H Laoly.

Adapun salah satu narapidana kasus terorisme yang mendapat sorotan karena mendapat remisi bebas adalah Aman Abdurrahman kata Yasonna H Laoly menjelaskan.

Namun setelah bebas Aman Abdurrahman kemudian dijemput anggota Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri. Selanjutnya, pria yang disapa Oman itu dibawa ke Rumah Tahanan Brimob, Depok, Jawa Barat.

Penahanan terhadap Aman dilakukan untuk penyelidikan kasus bom Thamrin yang terjadi pada hari Kamis 14 Januari 2016 lalu karena Dia diduga terlibat meskipun berada dalam Lapas Nusakambangan saat peristiwa itu terjadi kata Yasonna H Laoly menjelaskan.

Yasonna H Laoly juga mengakui ada sejumlah napi kasus terorisme yang kembali melakukan aksi teror kata Yasonna H Laoly setelah keluar dari lapas. Misalnya, aksi teror yang terjadi di Thamrin, Jakarta, pada Januari 2016 lalu kata Yasonna H Laoly.

Pelaku teror yang bernama Afif atau Sunakim juga pernah dipenjara dengan vonis tujuh tahun penjara akibat ikut dalam latihan militer di Jalin Jantho, Aceh, pada tahun 2010 kata Yasonna H Laoly menjelaskan.

Yasonna H Laoly memaparkan lebih banyak napi yang terkait kasus terorisme yang memilih bertaubat dan kembali ke jalan yang benar dari pada kembali menjadi teroris kata Yasonna H Laoly menjelaskan.

Makanya ada beberapa teroris juga yang kami berikan remisi, tetapi kita bekerja sama dengan BNPT. Kami evaluasi, kami bekerja sama dengan tim untuk itu. Jadi lihat secara proporsional kata Yasonna H Laoly memaparkan.

Yasonna H Laoly juga sebelumnya mengumumkan ada 35 narapidana yang di tahanan kasus terorisme mendapatkan remisi pada HUT ke-72 RI hari ini, Kamis 17 Agustus 2017.

“Daftarkan segera diri anda bersama kami di jelasbola, proses daftar-deposit-withdraw yang mudah dan cepat 24 jam, hanya dengan deposit 50 ribu saja anda sudah bisa bergabung bersama JELASBOLA Agen Judi Online Terpercaya”

JELASBOLA POSTING BANNER

Silahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
Kami Siap Membantu Anda 24 jam non-stop.

Facebook Comments